Hidup bagaikan sebuah perjalanan. Banyak cara memaknai hidup. Beberapa
orang melaluinya dengan melakukan kegiatan melayani dan mengabdi sesama.
Mengalokasikan waktu, tenaga, pikiran, juga biaya demi memberi makna
pada kehidupannya. Pilihan yang tak banyak orang mau lakukan.
Semangat juang untuk terus berbagi selalu dimiliki Achmad Budi Santoso.
Saat usianya 6 tahun dia harus kehilangan satu kakinya. Pria kelahiran 4
Juli 1990 lalu ini harus rela kehilangan kaki kanannya akibat
kecelakaan terlindas kereta lori atau kereta pengangkut tebu. Sejak
tahun 2011, dengan ditemani satu tongkat, ia mengabdi sebagai relawan
Rumah Zakat. Budi menjabat sebagai Koordinator Senyum Juara Bidang
Pendidikan. Tak hanya sebagai relawan, Budi juga berprestasi di bidang
olahraga. Sebagai relawan khususnya di bidang pendidikan, Budi kerap
memberi motivasi kepada para pelajar. Baginya fisik tidak menjadi
halangan untuk terus meraih cita-cita, terlebih lagi bagi mereka yang
berfisik utuh. Berbagai kegiatan sosial dilakukan Budi tanpa pamrih,
baginya, bisa bermanfaat bagi orang lain adalah suatu kebahagiaan.
Berbagi tak hanya dapat diwujudkan melalui materi, tapi juga bisa
diwujudkan dengan berbagi waktu, tenaga, dan pikiran. Adalah Rini
Hanifah. Setelah 5 tahun berkecimpung berkarir di LSM, Rini memutuskan
untuk menjadi seorang relawan. Ia merasa tertantang untuk melakukan hal
lebih. Ia ingin merasakan langsung kesulitan dan tantangan hidup di
daerah miskin dengan infrastruktur terbatas. Bulan Mei 2011, di bawah
bendera VSO, sebuah LSM internasional - Rini menjadi Professional Volunteer asal
Indonesia yang ditempatkan di Guyana, Amerika Selatan. Ia tinggal di
desa Moco-moco yang terletak di sepanjang Gunung Kanuku, dan tergabung
dalam organisasi bernama KMCRG atau Kanuku Mountain Community
Representative Groups, dengan jabatan Agriculture Development Advisor.
Di Guyana, perempuan lulusan Institute Pertanian Bogor ini memberikan
pelatihan pertanian organik ke 152 petani di 8 kampung. Tugasnya antara
lain memberikan pelatihan komputer & internet, pelatihan organisasi,
community development, dan facilitation skill,
membuat kebun percontohan dan memanfaatkan lahan savana selama dua
musim. Bersama dengan konsultan dan manager KMCRG mengembangkan
proposal. Kini perempuan yang konsisten melakukan kegiatan sosial ini
bekerja disebuah LSM di Papua. Rini selalu percaya kebahagiaan datang
dimulai dari kepuasan diri.
Sumber : http://www.kickandy.com/theshow/1/1/2584/read/ode-untuk-pengabdian
Dipublikasikan :Jumat, 20 Desember 2013 10:25 WIB
diakses : Senin, 16 Desember 2013 14:59 WIB
